Terkena DBD di Lebak, Warga Cilangkahan Minta Dinkes Segera Lakukan Fogging

IMG-20261017-WA0001

silberBanten.com lebak | Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali ditemukan di Kabupaten Lebak, Banten. M Taufik Hidayat (31), warga Kampung Pasir Gedong RT 015/RW 003, Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping, kini harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malingping.

Menyusul konfirmasi penyakit yang dideritanya, Taufik mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan lingkungan (survei jentik) dan pembasmian nyamuk guna mencegah penularan yang lebih luas.

Taufik menceritakan, ia awalnya merasakan gejala demam tinggi dan badan menggigil. Ia sempat menjalani rawat inap selama dua malam di Puskesmas Rawat Inap Malingping sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD karena kondisi trombositnya terus menurun.

“Sebelumnya saya merasakan badan panas dingin dan dibawa keluarga berobat ke Puskesmas Malingping. Saya dirawat dua malam, setelah itu dinyatakan DBD lalu dirujuk ke RSUD Malingping,” ujar Taufik, Jumat (16/10/2026).

Desak Fogging dan Pengecekan

Kekhawatiran akan penyebaran virus DBD di lingkungan padat penduduk membuat Taufik berharap pemerintah segera bertindak preventif. Ia meminta agar lokasi tempat tinggalnya segera dicek untuk memastikan adanya sarang nyamuk Aedes aegypti.

“Saya berharap kepada Pemerintah khususnya Dinas Kesehatan agar segera melakukan pengecekan lokasi tempat tinggal kami. Jika ditemukan nyamuk DBD, agar segera dibasmi dengan cara fogging (pengasapan),” harapnya.

Meski sedang berjuang melawan sakit, Taufik mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan, khususnya Relawan Kemanusiaan RESPEK Peduli Lebak, serta tenaga medis di Puskesmas dan RSUD Malingping.

Puskesmas Siap Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Sementara itu, Plt Kepala Puskesmas Rawat Inap Malingping, Aep Saepullah, membenarkan kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa pasien mengalami penurunan trombosit yang signifikan hingga mencapai angka 60.000, yang menjadi indikasi kuat Demam Berdarah.

“Mengarah ke DBD, trombosit turun terus, terakhir kemarin di angka 60 ribu. Dengan hal tersebut, langkah selanjutnya pihak Puskesmas akan melakukan kunjungan rumah dan Penyelidikan Epidemiologi (PE),” tutur Aep Saepullah.

Aep memastikan timnya akan segera bergerak ke lapangan untuk memutus mata rantai penularan. Langkah-langkah yang akan diambil meliputi pembagian bubuk abate dan edukasi masyarakat.

“Mudah-mudahan penderita DBD di Pasir Gedong tidak bertambah. Puskesmas Malingping nanti akan melakukan PE ke lapangan, pemberian abate, dan mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan melakukan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, plus pencegahan lainnya),” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak belum memberikan keterangan resmi terkait permintaan fogging dari warga tersebut.

Sumber :GEMASIBER80NEWS.COM

RED: SURAJAYA(SILBERBANTEN.COM)